Dari Gerak Tanpa Suara, SDN Pejagan 3 Bangkalan Melangkah ke Panggung Nasional
- Rusli Djunaidi
- 26 Oct, 2025
BANGKALAN I MaduraNetwork.id – Senyap yang berbicara. Begitulah cara paling tepat menggambarkan prestasi luar biasa yang baru saja ditorehkan Tim Pantomim SDN Pejagan 3 Bangkalan. Tanpa sepatah kata pun, gerak tubuh dan ekspresi wajah mereka justru berhasil memukau para juri hingga meloloskan mereka ke tingkat nasional Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N).
Kabar menggembirakan ini membuat suasana di sekolah dasar yang
terletak di jantung Kota Bangkalan itu mendadak semarak. Para guru, siswa, dan
orang tua menyambutnya dengan sukacita. Pasalnya, tim pantomim binaan sekolah
tersebut berhasil menjadi yang terbaik di Jawa Timur setelah menyisihkan
puluhan peserta dari lebih dari 30 kabupaten/kota di provinsi ini.
Dengan konsep pertunjukan yang sederhana namun penuh makna, tiga
siswa SDN Pejagan 3 itu mampu menyampaikan pesan moral lewat gerakan tubuh yang
terukur dan ekspresi yang kuat. “Gerakannya unik, tapi cerita yang disampaikan
sangat terasa. Penampilan mereka punya emosi,” komentar salah satu juri dalam
ajang FLS2N tingkat provinsi.
Keberhasilan ini terasa istimewa, karena bagi SDN Pejagan 3,
inilah kali pertama mereka menembus ajang bergengsi di tingkat nasional. Kepala
SDN Pejagan 3, Heri Purwanto, tak kuasa menyembunyikan rasa bangganya.
“Tentu kami sangat bersyukur. Ini prestasi pertama bagi kami hingga bisa lolos
ke tingkat nasional mewakili Jawa Timur,” ungkapnya penuh haru.
Menurut Heri, capaian ini tak datang begitu saja. Di awal, ia
mengaku belum begitu menaruh ekspektasi besar pada kemampuan anak didiknya.
Namun seiring waktu, latihan intensif yang dipandu oleh para guru seni
membuahkan hasil luar biasa. “Awalnya saya pikir kemampuan mereka biasa saja,
tapi ketika mulai latihan serius, saya lihat potensi luar biasa di sana,”
katanya.
Dedikasi para guru dan semangat pantang menyerah para siswa
menjadi kunci utama keberhasilan tim pantomim ini. Latihan demi latihan
dijalani dengan penuh disiplin, bahkan hingga sore hari. Tak jarang, ruang
kelas diubah menjadi panggung kecil tempat mereka berlatih gerak dan mimik
tanpa suara.
Kini, perjuangan mereka belum berakhir. Setelah sukses menembus
tingkat provinsi, tim pantomim SDN Pejagan 3 akan melangkah ke Jakarta,
mewakili Jawa Timur dalam ajang FLS2N tingkat nasional. Tantangan tentu lebih
berat, namun semangat mereka kian membara.
Heri berharap dukungan penuh dari masyarakat Bangkalan agar
perjuangan anak-anak didiknya berbuah manis. “Mohon doa restunya agar tim
pantomim SDN Pejagan 3 bisa meraih prestasi di tingkat nasional,” ujarnya.
Bagi sekolah ini, keberhasilan tersebut bukan sekadar soal piala
atau gelar juara. Lebih dari itu, ini adalah bukti bahwa seni dapat menjadi
jembatan ekspresi bagi anak-anak untuk mengenali potensinya dan mengharumkan
nama daerah.
“Anak-anak ini telah mengajarkan kita bahwa komunikasi tak selalu
butuh kata-kata,” tutur Heri menutup perbincangan. “Lewat gerak dan diam,
mereka justru berbicara lebih lantang tentang mimpi dan prestasi.”
Dan kini, dari sebuah sekolah dasar di Bangkalan, tiga bocah
berbakat itu bersiap menampilkan keajaiban dalam keheningan, mewakili Jawa
Timur dengan pantomim yang tak sekadar bercerita, tapi juga menginspirasi. (dj)
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *


