:

Dari Gerak Tanpa Suara, SDN Pejagan 3 Bangkalan Melangkah ke Panggung Nasional

top-news
https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

BANGKALAN I MaduraNetwork.id – Senyap yang berbicara. Begitulah cara paling tepat menggambarkan prestasi luar biasa yang baru saja ditorehkan Tim Pantomim SDN Pejagan 3 Bangkalan. Tanpa sepatah kata pun, gerak tubuh dan ekspresi wajah mereka justru berhasil memukau para juri hingga meloloskan mereka ke tingkat nasional Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N).

 

Kabar menggembirakan ini membuat suasana di sekolah dasar yang terletak di jantung Kota Bangkalan itu mendadak semarak. Para guru, siswa, dan orang tua menyambutnya dengan sukacita. Pasalnya, tim pantomim binaan sekolah tersebut berhasil menjadi yang terbaik di Jawa Timur setelah menyisihkan puluhan peserta dari lebih dari 30 kabupaten/kota di provinsi ini.

 

Dengan konsep pertunjukan yang sederhana namun penuh makna, tiga siswa SDN Pejagan 3 itu mampu menyampaikan pesan moral lewat gerakan tubuh yang terukur dan ekspresi yang kuat. “Gerakannya unik, tapi cerita yang disampaikan sangat terasa. Penampilan mereka punya emosi,” komentar salah satu juri dalam ajang FLS2N tingkat provinsi.

 

Keberhasilan ini terasa istimewa, karena bagi SDN Pejagan 3, inilah kali pertama mereka menembus ajang bergengsi di tingkat nasional. Kepala SDN Pejagan 3, Heri Purwanto, tak kuasa menyembunyikan rasa bangganya. “Tentu kami sangat bersyukur. Ini prestasi pertama bagi kami hingga bisa lolos ke tingkat nasional mewakili Jawa Timur,” ungkapnya penuh haru.

 

Menurut Heri, capaian ini tak datang begitu saja. Di awal, ia mengaku belum begitu menaruh ekspektasi besar pada kemampuan anak didiknya. Namun seiring waktu, latihan intensif yang dipandu oleh para guru seni membuahkan hasil luar biasa. “Awalnya saya pikir kemampuan mereka biasa saja, tapi ketika mulai latihan serius, saya lihat potensi luar biasa di sana,” katanya.

 

Dedikasi para guru dan semangat pantang menyerah para siswa menjadi kunci utama keberhasilan tim pantomim ini. Latihan demi latihan dijalani dengan penuh disiplin, bahkan hingga sore hari. Tak jarang, ruang kelas diubah menjadi panggung kecil tempat mereka berlatih gerak dan mimik tanpa suara.

 


Kini, perjuangan mereka belum berakhir. Setelah sukses menembus tingkat provinsi, tim pantomim SDN Pejagan 3 akan melangkah ke Jakarta, mewakili Jawa Timur dalam ajang FLS2N tingkat nasional. Tantangan tentu lebih berat, namun semangat mereka kian membara.

 

Heri berharap dukungan penuh dari masyarakat Bangkalan agar perjuangan anak-anak didiknya berbuah manis. “Mohon doa restunya agar tim pantomim SDN Pejagan 3 bisa meraih prestasi di tingkat nasional,” ujarnya.

 

Bagi sekolah ini, keberhasilan tersebut bukan sekadar soal piala atau gelar juara. Lebih dari itu, ini adalah bukti bahwa seni dapat menjadi jembatan ekspresi bagi anak-anak untuk mengenali potensinya dan mengharumkan nama daerah.

 

“Anak-anak ini telah mengajarkan kita bahwa komunikasi tak selalu butuh kata-kata,” tutur Heri menutup perbincangan. “Lewat gerak dan diam, mereka justru berbicara lebih lantang tentang mimpi dan prestasi.”

 

Dan kini, dari sebuah sekolah dasar di Bangkalan, tiga bocah berbakat itu bersiap menampilkan keajaiban dalam keheningan, mewakili Jawa Timur dengan pantomim yang tak sekadar bercerita, tapi juga menginspirasi. (dj)

https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *