Istifadah Maulana Syarifah, Menyatukan Fiksi dan Sains Al-Qur’an
- Suhairi -
- 24 Oct, 2025
PAMEKASAN I MaduraNetwork.id -Di tengah hiruk pikuk dunia remaja yang lekat dengan gawai dan hiburan digital, sosok Istifadah Maulana Syarifah justru memilih tenggelam dalam dunia kata dan makna. Santri kelas X MA Mambaul Ulum Bata-Bata Putri Pamekasan ini dikenal sebagai remaja yang gemar menulis dan membaca, dua kebiasaan yang tumbuh dari lingkungan keluarga yang sarat dengan nilai intelektual.
Sejak kecil, Istifadah sudah akrab dengan buku. Di rumahnya,
tersimpan perpustakaan
mini milik sang ayah, Suhairi, seorang dosen di UIN Madura.
Di tempat itulah ia banyak menghabiskan waktu, menelusuri lembar demi lembar
buku yang beragam—mulai dari novel, puisi, cerpen, hingga opini dan kisah
anak-anak.
”Setiap kali membuka buku, saya merasa sedang berjalan ke dunia
lain,” ucapnya. Tak heran jika minat menulisnya tumbuh pesat. Ia ingin menapaki
jejak ayahnya yang telah menulis puluhan buku ilmiah dan sastra.
Namun, Istifadah tidak sekadar ingin menjadi penulis biasa. Ia
memendam cita-cita yang unik, yaitu menggabungkan fiksi dengan sains yang terkandung dalam Al-Qur’an.
”Saya sekarang sedang mendalami materi-materi sains yang ada dalam Al-Qur’an,”
tuturnya.
Di pesantren, Istifadah juga aktif dalam Musabaqah Fahmil Qur’an
(MFQ), ajang yang melatih kemampuan memahami kandungan
ayat-ayat suci secara mendalam. Baginya, memahami sains dalam Al-Qur’an bukan
hal sulit. ”Bagi saya, biasa-biasa saja,” ujarnya ringan, sambil tersenyum
malu.
Selain buku dan kitab kuning, Istifadah punya sisi lembut lain, ia
gemar mengoleksi boneka. Koleksi itu menjadi teman kecilnya di sela-sela
rutinitas padat sebagai santri dan penulis muda.
Ia mengaku bangga menjadi santri. Baginya, pesantren bukan sekadar
tempat belajar agama, tetapi juga ruang tumbuh yang memadukan tradisi keilmuan
klasik dan semangat modernitas. ”Di pesantren, saya bisa belajar menulis fiksi
sekaligus memahami sains dalam Al-Qur’an,” katanya mantap.
Mimpi Istifadah tidak berhenti di situ. Ia ingin memperluas
cakrawala dengan menguasai bahasa asing. ”Insya Allah, tahun depan saya akan
fokus belajar Bahasa Inggris, dan tahun berikutnya Bahasa Mandarin,” pungkasnya. (hai)
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *


