:

SMA Negeri 1 Gayam Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Sepudi

top-news
https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

SUMENEP  I MaduraNetwork.id – Kepedulian sosial kembali mengalir dari dunia pendidikan di tengah duka yang menyelimuti masyarakat kepulauan Sepudi pascagempa bumi yang mengguncang Kabupaten Sumenep beberapa waktu lalu.

 

Guncangan dengan kekuatan 6,5 Skala Richter pada Selasa dini hari, 30 September 2025 pukul 23.49 WIB, meninggalkan kerusakan cukup parah, terutama di wilayah pesisir yang berdekatan dengan pusat gempa di laut sekitar 50 kilometer tenggara Sumenep.

 

Belum sempat masyarakat sepenuhnya pulih, gempa susulan kembali terjadi pada Sabtu, 11 Oktober 2025 pukul 13.07 WIB dengan kekuatan 4,2 SR. Salah satu wilayah yang terdampak paling parah adalah Desa Kalowang, Kecamatan Gayam. Puluhan rumah warga rusak berat, sebagian bahkan roboh dan tidak lagi dapat dihuni.

 

Melihat kondisi tersebut, keluarga besar SMA Negeri 1 Gayam terpanggil untuk bergerak. Melalui aksi sosial yang digelar pada Jumat, 10 Oktober 2025, pihak sekolah bersama para siswa menyalurkan bantuan berupa bahan material bangunan bagi warga terdampak di Desa Kalowang.

 

Bantuan yang diberikan terdiri atas 60 sak semen, di mana 10 sak berasal dari hasil swadaya siswa dan dukungan dana sekolah, sementara 50 sak lainnya merupakan kontribusi dari BMT NU. Seluruh bantuan diserahkan langsung kepada warga terdampak gempa dengan melibatkan perwakilan siswa dan pihak sekolah.

 

Kepala SMA Negeri 1 Gayam, Ali Suroso, mengungkapkan bahwa aksi kemanusiaan ini berawal dari kepedulian para siswa yang ingin turut meringankan beban korban bencana.

 

“Dari siswa terkumpul Rp412.500, kemudian kami tambah dari dana sekolah sebesar Rp150.000. Semuanya kami gunakan untuk membeli 10 sak semen,” jelasnya.

 

Ia menambahkan, semangat gotong royong dan kolaborasi menjadi kunci dalam kegiatan sosial tersebut.

 

“Kami bekerja sama dengan BMT NU yang juga menyalurkan 50 sak semen. Jadi total bantuan yang disalurkan mencapai 60 sak. Bantuan ini kami distribusikan kepada rumah-rumah warga yang dinilai paling membutuhkan,” pungkasnya.

 

Proses pendistribusian dilakukan secara langsung oleh siswa OSIS SMA Negeri 1 Gayam bersama tim dari BMT NU. Mereka mendatangi rumah-rumah warga, memikul karung semen di bawah terik matahari, dan menyerahkannya dengan penuh keikhlasan—sebuah pemandangan yang menyentuh hati di tengah situasi sulit.

 

Kegiatan sosial ini tidak hanya membantu warga memperbaiki rumah mereka, tetapi juga menjadi pembelajaran nyata bagi para siswa tentang nilai empati dan tanggung jawab sosial. Di tengah keterbatasan, mereka menunjukkan bahwa kepedulian tidak selalu diukur dari besarnya nominal bantuan, melainkan dari ketulusan hati untuk berbagi dan menguatkan sesama. (yud)

https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *