SMAN 1 Tanjungbumi Siapkan Siswa Terampil Hadapi Tantangan Masa Depan
- Rusli Djunaidi
- 12 Oct, 2025
BANGKALAN I MaduraNetwork.id –Sekolah Menengah
Atas Negeri (SMAN) 1 Tanjungbumi terus memperkuat komitmennya dalam mencetak
generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki
keterampilan praktis yang dibutuhkan di dunia kerja. Upaya tersebut diwujudkan
melalui pelaksanaan pelatihan life skill sebagai bagian dari program Double
Track yang kini menjadi unggulan sekolah.
Kegiatan pelatihan ini terselenggara berkat kerja
sama dengan PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) dan Balai
Latihan Kerja (BLK) Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dengan dua bidang
keterampilan utama, yakni tata boga dan menjahit. Program pelatihan tata boga
diikuti oleh 20 siswa dan berlangsung selama lima hari, sedangkan pelatihan
menjahit dilaksanakan selama 14 hari penuh.
Seluruh kegiatan pelatihan ini menghadirkan instruktur
profesional dari BLK Jatim, sehingga peserta mendapatkan pembimbingan yang
terarah dan sesuai standar industri. Para siswa tidak hanya dilatih untuk
menguasai keterampilan teknis, tetapi juga ditanamkan nilai-nilai disiplin,
kreativitas, dan etos kerja tinggi.
Kepala SMAN 1 Tanjungbumi, Abdul Wahed, M.Pd.,
menyampaikan bahwa program Double Track dirancang sebagai bentuk inovasi
pendidikan yang mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan keterampilan
vokasional.
“Tujuan program ini agar siswa tidak hanya unggul
di bidang akademik, tetapi juga memiliki keterampilan yang bisa menjadi bekal
hidup setelah lulus. Dengan begitu, mereka punya pilihan yang lebih luas, baik
untuk melanjutkan ke perguruan tinggi maupun langsung memasuki dunia kerja,”
ungkapnya.
Abdul Wahed menekankan pentingnya sinergi antara
lembaga pendidikan dan dunia industri untuk mencetak lulusan yang kompeten dan
berdaya saing. Menurutnya, keberhasilan pendidikan masa kini tidak cukup diukur
dari kemampuan teori semata, tetapi juga dari sejauh mana sekolah mampu
menyiapkan siswa menghadapi realitas ekonomi dan sosial masyarakat.
“Kami percaya pendidikan tidak boleh berhenti pada
teori. Harus ada pengembangan keterampilan praktis yang menjadikan siswa
tangguh dan mandiri,” tambahnya.
Dengan dukungan penuh dari pihak sekolah, industri,
dan pemerintah, pelatihan ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat wirausaha
dan kemandirian di kalangan siswa. Selain membuka peluang karier baru, kegiatan
ini juga menjadi wadah bagi siswa untuk berkontribusi positif bagi masyarakat
sekitar. (dj)
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *


