:

SMAN 1 Tanjungbumi Siapkan Siswa Terampil Hadapi Tantangan Masa Depan

top-news
https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

BANGKALAN I MaduraNetwork.id –Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Tanjungbumi terus memperkuat komitmennya dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang dibutuhkan di dunia kerja. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan pelatihan life skill sebagai bagian dari program Double Track yang kini menjadi unggulan sekolah.

 

Kegiatan pelatihan ini terselenggara berkat kerja sama dengan PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) dan Balai Latihan Kerja (BLK) Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dengan dua bidang keterampilan utama, yakni tata boga dan menjahit. Program pelatihan tata boga diikuti oleh 20 siswa dan berlangsung selama lima hari, sedangkan pelatihan menjahit dilaksanakan selama 14 hari penuh.

 

Seluruh kegiatan pelatihan ini menghadirkan instruktur profesional dari BLK Jatim, sehingga peserta mendapatkan pembimbingan yang terarah dan sesuai standar industri. Para siswa tidak hanya dilatih untuk menguasai keterampilan teknis, tetapi juga ditanamkan nilai-nilai disiplin, kreativitas, dan etos kerja tinggi.

 

Kepala SMAN 1 Tanjungbumi, Abdul Wahed, M.Pd., menyampaikan bahwa program Double Track dirancang sebagai bentuk inovasi pendidikan yang mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan keterampilan vokasional.

 

“Tujuan program ini agar siswa tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga memiliki keterampilan yang bisa menjadi bekal hidup setelah lulus. Dengan begitu, mereka punya pilihan yang lebih luas, baik untuk melanjutkan ke perguruan tinggi maupun langsung memasuki dunia kerja,” ungkapnya.

 

Abdul Wahed menekankan pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan dan dunia industri untuk mencetak lulusan yang kompeten dan berdaya saing. Menurutnya, keberhasilan pendidikan masa kini tidak cukup diukur dari kemampuan teori semata, tetapi juga dari sejauh mana sekolah mampu menyiapkan siswa menghadapi realitas ekonomi dan sosial masyarakat.

 

“Kami percaya pendidikan tidak boleh berhenti pada teori. Harus ada pengembangan keterampilan praktis yang menjadikan siswa tangguh dan mandiri,” tambahnya.

 

Dengan dukungan penuh dari pihak sekolah, industri, dan pemerintah, pelatihan ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat wirausaha dan kemandirian di kalangan siswa. Selain membuka peluang karier baru, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi siswa untuk berkontribusi positif bagi masyarakat sekitar. (dj)

https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *