Cetak Santri Penulis Handal, MaduraNetwork - PP Al Ghuroba’ Sapeken Gelar Diklat Jurnalistik
- Mohammad -
- 16 Aug, 2025
SAPEKEN I MaduraNetwork.id – MaduraNetwork, sebuah media terbesar di Madura Bersama Pondok Pesantren Al Ghuroba’ Sapeken, Kabupaten Sumenep, menggelar diklat jurnalistik yang diikuti oleh seluruh santri MTs, MA, serta para guru pada Sabtu, 16 Agustus 2025.
Kegiatan
ini menjadi langkah nyata pesantren dalam mencetak generasi santri berbakat di
bidang kepenulisan, sekaligus menumbuhkan budaya literasi di lingkungan
pesantren.
Ketua Pelaksana, Harsani Gharib,
S.Pd.I, dalam
sambutannya menyampaikan harapannya agar diklat ini mampu melahirkan
penulis-penulis muda yang handal. “Kami ingin santri tidak hanya cakap dalam
bidang keagamaan, tetapi juga mampu menuangkan gagasan dan kisah dalam bentuk
tulisan yang berkualitas. InsyaAllah, ke depan hasil karya para santri dapat
diwujudkan dalam bentuk buku,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al Ghuroba’ KH.
Muhammad Zamharir juga menuturkan target besar yang ingin dicapai. Tahun ini,
pihak yayasan bertekad menerbitkan buku biografi KH.
Husain Bakri dan Nyai Hj. Faizah, sebagai penghormatan
sekaligus pengabdian kepada pendiri pesantren.
“Semoga karya ini bisa menjadi warisan berharga dan inspirasi bagi
generasi mendatang,” ujarnya.
Diklat jurnalistik ini menghadirkan Dewan Redaksi MaduraNetwork Fujianto, S.S., M.Pd, yang juga penggerak Literasi Daerah (PLD)
Kabupaten Sumenep sekaligus Kepala SMAN 1 Sapeken, sebagai pemateri utama.
Dalam pemaparannya, Fujianto menekankan pentingnya menulis sebagai keterampilan
yang harus diasah sejak dini.
“Menulis bukan sekadar menuangkan kata-kata, tetapi juga melatih
cara berpikir kritis, sistematis, dan bermanfaat bagi banyak orang,” jelasnya.
Materi yang disampaikan meliputi tujuan dan target diklat, kriteria penulis yang baik, tahapan dasar menulis,
hingga praktik langsung menulis biografi. Uniknya, peserta putra ditugaskan menulis biografi KH. Husain
Bakri, sementara peserta putri menulis biografi Nyai Hj. Faizah.
Suasana diklat berlangsung penuh antusias. Para santri tampak
bersemangat
mengikuti setiap sesi, terutama saat praktik menulis biografi.
Harapannya, dari pelatihan ini akan lahir karya nyata berupa buku yang
mengabadikan perjalanan dan perjuangan pendiri PP Al Ghuroba’.
Dengan adanya kegiatan ini, Pondok Pesantren Al Ghuroba’ Sapeken menegaskan komitmennya dalam menumbuhkan tradisi literasi di kalangan santri, sekaligus menyiapkan generasi penulis muda yang mampu berkontribusi untuk masyarakat dan bangsa. (rba)
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *


