:

Cetak Santri Penulis Handal, MaduraNetwork - PP Al Ghuroba’ Sapeken Gelar Diklat Jurnalistik

top-news
https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

SAPEKEN I MaduraNetwork.id – MaduraNetwork, sebuah media terbesar di Madura Bersama Pondok Pesantren Al Ghuroba’ Sapeken, Kabupaten Sumenep,  menggelar diklat jurnalistik yang diikuti oleh seluruh santri MTs, MA, serta para guru pada Sabtu, 16 Agustus 2025.



Kegiatan ini menjadi langkah nyata pesantren dalam mencetak generasi santri berbakat di bidang kepenulisan, sekaligus menumbuhkan budaya literasi di lingkungan pesantren.

 


Ketua Pelaksana, Harsani Gharib, S.Pd.I, dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar diklat ini mampu melahirkan penulis-penulis muda yang handal. “Kami ingin santri tidak hanya cakap dalam bidang keagamaan, tetapi juga mampu menuangkan gagasan dan kisah dalam bentuk tulisan yang berkualitas. InsyaAllah, ke depan hasil karya para santri dapat diwujudkan dalam bentuk buku,” ungkapnya.

 




Senada dengan itu, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al Ghuroba’ KH. Muhammad Zamharir juga menuturkan target besar yang ingin dicapai. Tahun ini, pihak yayasan bertekad menerbitkan buku biografi KH. Husain Bakri dan Nyai Hj. Faizah, sebagai penghormatan sekaligus pengabdian kepada pendiri pesantren.

 


“Semoga karya ini bisa menjadi warisan berharga dan inspirasi bagi generasi mendatang,” ujarnya.

 


Diklat jurnalistik ini menghadirkan Dewan Redaksi MaduraNetwork  Fujianto, S.S., M.Pd,  yang juga penggerak Literasi Daerah (PLD) Kabupaten Sumenep sekaligus Kepala SMAN 1 Sapeken, sebagai pemateri utama. Dalam pemaparannya, Fujianto menekankan pentingnya menulis sebagai keterampilan yang harus diasah sejak dini.

 

 

“Menulis bukan sekadar menuangkan kata-kata, tetapi juga melatih cara berpikir kritis, sistematis, dan bermanfaat bagi banyak orang,” jelasnya.

 




Materi yang disampaikan meliputi tujuan dan target diklat, kriteria penulis yang baik, tahapan dasar menulis, hingga praktik langsung menulis biografi. Uniknya, peserta putra ditugaskan menulis biografi KH. Husain Bakri, sementara peserta putri menulis biografi Nyai Hj. Faizah.

 


Suasana diklat berlangsung penuh antusias. Para santri tampak bersemangat

mengikuti setiap sesi, terutama saat praktik menulis biografi. Harapannya, dari pelatihan ini akan lahir karya nyata berupa buku yang mengabadikan perjalanan dan perjuangan pendiri PP Al Ghuroba’.

 


Dengan adanya kegiatan ini, Pondok Pesantren Al Ghuroba’ Sapeken menegaskan komitmennya dalam menumbuhkan tradisi literasi di kalangan santri, sekaligus menyiapkan generasi penulis muda yang mampu berkontribusi untuk masyarakat dan bangsa. (rba)

https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *