TMMD Perkuat Gotong Royong dan Percepatan Pembangunan Desa di Rubaru
- Mohammad -
- 10 Feb, 2026
SUMENEP I MaduraNetwork.id — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang digagas Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali menunjukkan perannya tidak hanya dalam pembangunan infrastruktur, tetapi juga dalam memperkuat karakter serta persatuan masyarakat desa. Melalui kegiatan tersebut, semangat kebersamaan dan gotong royong warga terus tumbuh seiring keterlibatan TNI di tengah masyarakat.
Kehadiran TMMD dinilai mampu
mempererat hubungan emosional antara aparat TNI dan masyarakat. Program ini
menjadi sarana kolaborasi nyata dalam membangun desa sekaligus menumbuhkan rasa
persatuan dalam kehidupan sosial warga.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi
Wongsojudo, menyampaikan harapannya agar nilai gotong royong yang terbentuk
selama pelaksanaan TMMD tetap terjaga meskipun program telah selesai. Hal itu
disampaikannya saat menghadiri Upacara Pembukaan TMMD ke-127 Tahun 2026 di
Lapangan Desa Banasare, Kecamatan Rubaru, Selasa (10/02/2026).
Menurut Bupati, kemanunggalan
antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam
mendorong pembangunan desa secara merata. Program TMMD dinilai mampu menjadi
salah satu motor penggerak pembangunan di wilayah pedesaan.
Ia menjelaskan bahwa berbagai
kegiatan TMMD merupakan bentuk percepatan pembangunan desa, baik melalui
pembangunan infrastruktur maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia
masyarakat.
Bupati juga mengingatkan
masyarakat untuk menjaga dan merawat hasil pembangunan yang telah dicapai
melalui TMMD. Partisipasi aktif warga dinilai menjadi kunci agar fasilitas yang
dibangun dapat dimanfaatkan secara maksimal dan berkelanjutan.
“Keberhasilan pembangunan tidak
hanya diukur dari selesainya pekerjaan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat
dalam merawat dan memanfaatkan hasil pembangunan tersebut,” tegasnya.
Sementara itu, Komandan Kodim
(Dandim) 0827/Sumenep Letkol Arm Bendi Wibisono, SE., M.Han., mengatakan
pelaksanaan TMMD ke-127 dipusatkan di Desa Mandala, Kecamatan Rubaru. Penentuan
lokasi tersebut didasarkan pada hasil pemetaan wilayah, pendataan Babinsa,
serta aspirasi masyarakat setempat.
Program TMMD meliputi berbagai
kegiatan fisik, seperti pengaspalan jalan, pembangunan MWK dan tandon air,
pemasangan paving stone dan keramik, pemasangan kanopi masjid, serta
pembangunan plengsengan atau tembok penahan tanah (TPT).
Selain kegiatan fisik, TMMD juga
menghadirkan program nonfisik berupa berbagai penyuluhan, di antaranya wawasan
kebangsaan, rekrutmen TNI, bahaya narkoba, sanksi hukum, pencegahan stunting,
kesehatan keluarga berencana, budidaya ikan, pertanian, tertib lingkungan, dan
penghijauan.
Program unggulan Kepala Staf
Angkatan Darat (Kasad) turut menjadi bagian dari TMMD kali ini, termasuk
pembangunan lima unit MCK, lima unit rumah tidak layak huni (RTLH), serta
pengeboran lima titik sumber air bersih.
Tak hanya itu, kegiatan tambahan nonfisik juga dilaksanakan, seperti penanaman 1.000 pohon mangrove, program ketahanan pangan seluas satu hektare, pemberian makanan tambahan bagi 100 penderita stunting, kerja bakti pembersihan fasilitas umum, pembagian sembako, pengobatan gratis, donor darah, serta layanan administrasi kependudukan.
Mela rangkaian kegiatan
tersebut, TMMD diharapkan mampu menjadi momentum memperkuat kebersamaan
sekaligus mempercepat pembangunan desa secara berkelanjutan. (red)
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *


