:

Dinkes P2KB Sumenep Perketat Pemantauan TBC dengan Sistem Door to Door

top-news
https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

SUMENEP I MaduraNetwork.id — Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep meningkatkan pengawasan terhadap pasien tuberkulosis (TBC) melalui pemantauan langsung ke rumah warga. Upaya ini dilakukan untuk memastikan kelanjutan pengobatan, yang menjadi faktor penentu keberhasilan penyembuhan penderita TBC.

 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes P2KB Sumenep, Achmad Syamsuri, menyampaikan bahwa pemantauan door to door dilakukan secara konsisten oleh petugas kesehatan. Dalam pelaksanaannya, mereka bekerja sama dengan kader Puskesmas serta kader khusus dari Yayasan Bhanu Yasa Sejahtera (YABHYSA).

 

“Fokus utama kami adalah memastikan setiap pasien tidak berhenti menjalani pengobatan. Terapi yang berkelanjutan sangat menentukan proses kesembuhan,” tegas Syamsuri, Kamis (20/11/2025).

 

Pemantauan tersebut tercatat secara real time melalui sistem informasi TBC nasional yang terintegrasi dengan Kementerian Kesehatan, sehingga memudahkan koordinasi dalam pengawasan kasus di lapangan. Selain pengawasan, petugas juga memastikan ketersediaan dan distribusi obat sesuai jadwal, baik setiap dua minggu maupun satu bulan, menyesuaikan kondisi wilayah dan akses pasien.

 

Syamsuri menekankan bahwa konsistensi obat adalah kunci utama. “Tidak boleh ada jeda selama enam bulan masa pengobatan. Kami tetap mengupayakan pasien mendapat obat meski tinggal di daerah terpencil,” ujarnya.

 

Data Dinkes P2KB menunjukkan jumlah penderita TBC di Sumenep masih cukup tinggi. Tahun 2023 tercatat 2.556 kasus, meningkat menjadi 2.589 kasus pada 2024. Namun hingga Oktober 2025, jumlah tersebut mulai menurun menjadi 2.294 kasus.

 

Meski ada penurunan, Dinkes P2KB Sumenep tetap bekerja keras memperkuat pengawasan lapangan dan memastikan seluruh pasien menjalani terapi tepat waktu. Kebijakan pemantauan intensif ini diharapkan menjadi langkah signifikan menuju penurunan kasus TBC dan menciptakan masyarakat Sumenep yang lebih sehat serta bebas dari penyakit menular tersebut. (yud)

 

https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *