Lajnah Turots Ilmi Ungkap Dokumen Historis Kepahlawanan Syaikhona Kholil dalam Acara Tasyakuran Nasional
- Mohammad -
- 22 Nov, 2025
BANGKALAN I MaduraNetwork.id - Dalam rangkaian tasyakuran atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Syaikhona Muhammad Kholil bin Abdul Latif al-Bangkalani, Lajnah Turots Ilmi memaparkan sejumlah dokumen penting terkait rekam jejak intelektual dan kiprah kepahlawanan ulama besar asal Bangkalan tersebut. Penyampaian dilakukan oleh Lora Muhammad Ismail Al-Khalili bersama Lora Muhammad Ismail Al-Ascholi.
Mewakili Lajnah, Lora Ismail menjelaskan bahwa
hingga saat ini telah teridentifikasi lebih dari 30 karya tulis Syaikhona
Kholil yang mencakup beragam disiplin ilmu. Dari jumlah tersebut, belasan karya
telah diterbitkan dan dapat dipelajari oleh para santri maupun masyarakat luas.
“Syaikhona Muhammad Kholil bukan hanya ulama besar,
tetapi seorang pendidik sejati yang menanamkan nilai agama sekaligus spirit
kebangsaan dalam setiap ajaran beliau,” tuturnya, Kamis malam (21/11/2025).
Salah satu dokumen penting yang ditemukan adalah
manuskrip tulisan tangan tahun 1891 yang menegaskan nilai cinta tanah air
sebagai bagian dari iman, merujuk pada hadis Hubbul Wathan Minal Iman.
Penegasan tersebut semakin menempatkan Syaikhona Kholil sebagai figur
pendidikan Islam yang sejalan dengan semangat nasionalisme.
Lajnah juga menyingkap sejarah penggunaan gelar
“Syaikhona” yang ternyata sudah disematkan saat beliau masih hidup. Hal ini
tercatat dalam taklik karya Kiai Sholeh pada kitab Al-Lujainuddani, yang
sekaligus menunjukkan penghormatan mendalam para santri dan kedekatan spiritual
mereka kepada sang guru.
“Syaikhona Kholil tidak hanya menjadi pengasuh
pesantren, tetapi juga menjadi pusat jaringan keilmuan ulama Nusantara.
Pengaruhnya menyebar luas hingga lintas wilayah, bahkan mencapai ranah
internasional,” tambah Ismail.
Jejak pengabdiannya juga terlihat dari banyaknya
tokoh bangsa yang pernah berguru kepada beliau, di antaranya KH. Hasyim
Asy’ari, KH. Abdul Wahab Hasbullah, KH. As’as Ansori, KH. Mas Mansur, dan
sejumlah figur lain yang kemudian dikenal sebagai pahlawan nasional.
Di akhir pemaparan, Lajnah Turots Ilmi menegaskan
bahwa penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Syaikhona Kholil bukan
semata penghormatan simbolik, melainkan momentum penting untuk menggali lebih
dalam warisan keilmuan dan pemikiran beliau—warisan yang dinilai sangat relevan
dan dibutuhkan bangsa dalam menghadapi tantangan zaman. (red)
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *


