:

Lajnah Turots Ilmi Ungkap Dokumen Historis Kepahlawanan Syaikhona Kholil dalam Acara Tasyakuran Nasional

top-news
https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

BANGKALAN I MaduraNetwork.id - Dalam rangkaian tasyakuran atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Syaikhona Muhammad Kholil bin Abdul Latif al-Bangkalani, Lajnah Turots Ilmi memaparkan sejumlah dokumen penting terkait rekam jejak intelektual dan kiprah kepahlawanan ulama besar asal Bangkalan tersebut. Penyampaian dilakukan oleh Lora Muhammad Ismail Al-Khalili bersama Lora Muhammad Ismail Al-Ascholi.

 

Mewakili Lajnah, Lora Ismail menjelaskan bahwa hingga saat ini telah teridentifikasi lebih dari 30 karya tulis Syaikhona Kholil yang mencakup beragam disiplin ilmu. Dari jumlah tersebut, belasan karya telah diterbitkan dan dapat dipelajari oleh para santri maupun masyarakat luas.

 

“Syaikhona Muhammad Kholil bukan hanya ulama besar, tetapi seorang pendidik sejati yang menanamkan nilai agama sekaligus spirit kebangsaan dalam setiap ajaran beliau,” tuturnya, Kamis malam (21/11/2025).

 

Salah satu dokumen penting yang ditemukan adalah manuskrip tulisan tangan tahun 1891 yang menegaskan nilai cinta tanah air sebagai bagian dari iman, merujuk pada hadis Hubbul Wathan Minal Iman. Penegasan tersebut semakin menempatkan Syaikhona Kholil sebagai figur pendidikan Islam yang sejalan dengan semangat nasionalisme.

 

Lajnah juga menyingkap sejarah penggunaan gelar “Syaikhona” yang ternyata sudah disematkan saat beliau masih hidup. Hal ini tercatat dalam taklik karya Kiai Sholeh pada kitab Al-Lujainuddani, yang sekaligus menunjukkan penghormatan mendalam para santri dan kedekatan spiritual mereka kepada sang guru.

 

“Syaikhona Kholil tidak hanya menjadi pengasuh pesantren, tetapi juga menjadi pusat jaringan keilmuan ulama Nusantara. Pengaruhnya menyebar luas hingga lintas wilayah, bahkan mencapai ranah internasional,” tambah Ismail.

 

Jejak pengabdiannya juga terlihat dari banyaknya tokoh bangsa yang pernah berguru kepada beliau, di antaranya KH. Hasyim Asy’ari, KH. Abdul Wahab Hasbullah, KH. As’as Ansori, KH. Mas Mansur, dan sejumlah figur lain yang kemudian dikenal sebagai pahlawan nasional.

 

Di akhir pemaparan, Lajnah Turots Ilmi menegaskan bahwa penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Syaikhona Kholil bukan semata penghormatan simbolik, melainkan momentum penting untuk menggali lebih dalam warisan keilmuan dan pemikiran beliau—warisan yang dinilai sangat relevan dan dibutuhkan bangsa dalam menghadapi tantangan zaman. (red)

 

https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *