Merajut Syukur di Usia ke-494, Bangkalan Menyatu dalam Dzikir dan Shalawat
- Rusli Djunaidi
- 26 Oct, 2025
BANGKALAN I MaduraNetwork.id - Dalam suasana penuh khidmat, ribuan masyarakat tumpah ruah di Alun-Alun Kota Bangkalan pada Minggu (26/10) malam. Udara sejuk bercampur gema shalawat mengiringi langkah jamaah Majelis Al Khidmah yang memimpin dzikir bersama. Kegiatan ini menjadi salah satu puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Bangkalan ke-494, sekaligus wujud nyata rasa syukur masyarakat atas perjalanan panjang tanah yang dikenal sebagai Kota Dzikir dan Shalawat itu.
Momentum dzikir dan shalawat kali ini bukan sekadar seremoni
keagamaan. Lebih dari itu, ia menjadi ruang spiritual untuk memanjatkan doa
bersama demi kemajuan, kedamaian, dan keberkahan bagi seluruh masyarakat
Bangkalan. Setiap lantunan dzikir seolah menjadi napas yang menautkan masa lalu
penuh sejarah dengan harapan masa depan yang lebih gemilang.
Dalam sambutannya, Bupati Bangkalan Lukman Hakim
menyampaikan rasa haru dan apresiasi atas antusiasme masyarakat yang memadati
alun-alun hingga larut malam. Ia menegaskan, kegiatan seperti ini mencerminkan
karakter kuat masyarakat Bangkalan yang religius, cinta damai, dan menjunjung
tinggi nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
“Bangkalan
dikenal sebagai Kota Dzikir dan Shalawat. Julukan ini bukan sekadar simbol,
tetapi panggilan hati yang mengingatkan kita untuk terus menjaga keimanan,
memperkuat persaudaraan, dan menanamkan nilai-nilai spiritual di setiap langkah
kehidupan,” ujar Bupati dengan penuh makna.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi
dengan pemerintah dalam membangun daerah yang beriman, berilmu, dan
berkelanjutan—sejalan dengan semangat Hari Jadi Bangkalan tahun ini yang
menitikberatkan pada nilai Berbenah dan
Berbudaya.
Gema doa dan pujian kepada Nabi Muhammad SAW yang dipimpin para
habaib dan ulama menggema di seluruh penjuru alun-alun, menciptakan atmosfer
religius yang syahdu. Cahaya lampu dan lantunan shalawat berpadu dalam harmoni,
menyatukan ulama, umara, dan umat dalam satu tarikan napas keimanan.
Kegiatan ini tidak hanya mempertegas identitas Bangkalan sebagai
kota religius, tetapi juga meneguhkan kembali semangat kebersamaan dan gotong
royong di tengah masyarakat. Spirit dzikir menjadi penanda bahwa pembangunan
tak hanya diukur dari kemajuan fisik, tetapi juga dari kedalaman spiritual
warganya.
Peringatan Hari Jadi ke-494 ini pun menjadi momentum penting untuk
menatap masa depan dengan keseimbangan antara iman dan pembangunan. Sejarah
panjang Bangkalan kini berlanjut dengan tekad bersama untuk menjaga harmoni,
memelihara nilai luhur, dan memperkuat akar kebudayaan yang telah diwariskan
leluhur.
Dari alun-alun yang bermandikan cahaya doa itu, Bangkalan seolah
berbicara kepada dunia: bahwa kekuatan sejati sebuah kota bukan hanya pada
kemegahannya, tetapi pada jiwa warganya yang tak pernah lelah bersyukur, berdzikir, dan berbagi
kedamaian. (dj)
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *


