Bangkalan 494 Tahun: Merawat Tradisi, Menjemput Kemajuan
- Rusli Djunaidi
- 24 Oct, 2025
BANGKALAN I MaduraNetwork.id - Pemerintah Kabupaten Bangkalan menggelar upacara peringatan Hari Jadi
ke-494 di halaman Kantor Bupati Bangkalan pada Kamis (24/10). Suasana penuh
khidmat mewarnai peringatan yang mengusung tema “Bangkalan Berbenah dan
Berbudaya” itu. Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Forum Koordinasi
Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala perangkat daerah, budayawan, tokoh
masyarakat, hingga berbagai unsur masyarakat Bangkalan.
Tema yang diangkat tahun ini bukan sekadar slogan, melainkan cerminan
tekad Pemerintah Kabupaten Bangkalan untuk terus menapaki langkah kemajuan
dengan semangat pembangunan yang berkesinambungan tanpa meninggalkan akar
budaya lokal yang menjadi identitas daerah.
Sepanjang tahun berjalan, berbagai capaian pembangunan berhasil diraih.
Angka kemiskinan tercatat menurun sebesar 0,41 persen dibandingkan tahun
sebelumnya. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bangkalan juga merealisasikan
pembangunan Sekolah Rakyat, membentuk 281 Koperasi Merah Putih, serta
meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan di berbagai wilayah.
Tidak hanya itu, pembangunan dan perbaikan jalan kabupaten sepanjang
57,57 kilometer turut menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam
memperkuat konektivitas antarwilayah. Di sisi lain, program Bherse Ongghu
dan kelahiran 232 inovasi dari berbagai sektor pemerintahan menandai langkah
maju Bangkalan dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang adaptif dan
progresif.
Dalam sambutannya, Bupati Bangkalan Lukman Hakim menegaskan bahwa
peringatan Hari Jadi ke-494 bukan semata seremoni tahunan, melainkan momentum
reflektif untuk memperkuat solidaritas sosial dan semangat kerja kolektif.
“Hari jadi ini hendaknya menjadi pemicu semangat baru. Bangkalan harus
terus berbenah dan tumbuh dengan semangat kebersamaan, gotong royong, serta
optimisme dalam menghadapi tantangan masa depan. Mari kita jaga persatuan dan
terus bekerja keras membangun Bangkalan yang lebih maju, sejahtera, dan
berbudaya,” ungkapnya.
Ada yang menarik pada peringatan tahun ini: Pemerintah Kabupaten
Bangkalan meniadakan tradisi ucapan selamat dalam bentuk karangan bunga.
Sebagai gantinya, seluruh ucapan apresiasi diwujudkan dalam bentuk bibit pohon
yang kemudian diserahkan untuk ditanam di berbagai wilayah.
Kebijakan ini bukan hanya simbolik, tetapi juga mengandung makna ekologis
yang mendalam. Penanaman bibit pohon tersebut menjadi wujud nyata komitmen
pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan serta memperluas
ruang terbuka hijau di Bangkalan.
Dengan langkah kecil namun bermakna ini, semangat “Bangkalan Berbenah
dan Berbudaya” tidak hanya tercermin dalam program pembangunan, tetapi juga
dalam tindakan nyata untuk menciptakan masa depan yang lebih hijau,
berkelanjutan, dan berakar pada nilai-nilai luhur budaya lokal. (dj)
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *


