Kasus Kematian Akibat Campak di Pamekasan Bertambah, Dinkes Imbau Warga Waspada
- Mohammad -
- 17 Oct, 2025
PAMEKASAN I MaduraNetwork.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan mencatat adanya peningkatan jumlah kasus kematian akibat penyakit campak. Hingga data terakhir per 15 Oktober 2025, tercatat 11 orang meninggal dunia, meningkat dari sebelumnya 10 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan Pamekasan, Saifudin, menjelaskan bahwa sebagian besar korban
meninggal dunia akibat keterlambatan penanganan medis.
Kondisi itu menyebabkan munculnya komplikasi serius, terutama
infeksi pada paru-paru dan otak.
“Semua penderita yang meninggal
mengalami komplikasi karena terlambat dibawa ke fasilitas kesehatan,” ujarnya,
Kamis (16/10/2025).
Ia menekankan pentingnya respons cepat dari orang tua saat anak menunjukkan
gejala awal campak. Saifudin mengimbau agar masyarakat segera membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) terdekat agar
bisa segera ditangani dan mencegah risiko komplikasi.
“Jangan menunda pemeriksaan. Jika
anak mengalami gejala seperti demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, serta
muncul bercak merah pada kulit, segera periksakan ke tenaga
medis,” tegasnya.
Selain deteksi dini, Dinkes
Pamekasan juga mengingatkan pentingnya imunisasi campak sebagai
langkah pencegahan utama. Ia menyebut, setiap anak minimal harus mendapat dua kali imunisasi campak, masing-masing pada usia 9 bulan dan 18 bulan.
Dengan peningkatan kasus ini,
Dinas Kesehatan Pamekasan terus memperkuat upaya sosialisasi dan edukasi kepada
masyarakat agar lebih waspada terhadap penyebaran campak serta meningkatkan
kesadaran pentingnya imunisasi lengkap bagi anak-anak. (red)
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *


