:

Kasus Kematian Akibat Campak di Pamekasan Bertambah, Dinkes Imbau Warga Waspada

top-news
https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

PAMEKASAN I MaduraNetwork.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan mencatat adanya peningkatan jumlah kasus kematian akibat penyakit campak. Hingga data terakhir per 15 Oktober 2025, tercatat 11 orang meninggal dunia, meningkat dari sebelumnya 10 kasus.

 

Kepala Dinas Kesehatan Pamekasan, Saifudin, menjelaskan bahwa sebagian besar korban meninggal dunia akibat keterlambatan penanganan medis. Kondisi itu menyebabkan munculnya komplikasi serius, terutama infeksi pada paru-paru dan otak.

 

“Semua penderita yang meninggal mengalami komplikasi karena terlambat dibawa ke fasilitas kesehatan,” ujarnya, Kamis (16/10/2025).

 

Ia menekankan pentingnya respons cepat dari orang tua saat anak menunjukkan gejala awal campak. Saifudin mengimbau agar masyarakat segera membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) terdekat agar bisa segera ditangani dan mencegah risiko komplikasi.

 

“Jangan menunda pemeriksaan. Jika anak mengalami gejala seperti demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, serta muncul bercak merah pada kulit, segera periksakan ke tenaga medis,” tegasnya.

 

Selain deteksi dini, Dinkes Pamekasan juga mengingatkan pentingnya imunisasi campak sebagai langkah pencegahan utama. Ia menyebut, setiap anak minimal harus mendapat dua kali imunisasi campak, masing-masing pada usia 9 bulan dan 18 bulan.

 

Dengan peningkatan kasus ini, Dinas Kesehatan Pamekasan terus memperkuat upaya sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap penyebaran campak serta meningkatkan kesadaran pentingnya imunisasi lengkap bagi anak-anak. (red)

https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *