:

Lomba Dangdut Agustusan 2025 Sumenep Kembali Berlangsung, Pro dan Kontra Warnai Hasil Penjurian

top-news
https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

SUMENEP I MaduraNetwork.id - Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali menggelar Lomba Dangdut Agustusan (LDA) sebagai rangkaian perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Ajang ini diikuti oleh seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) se-Kabupaten Sumenep, dan tahun ini menjadi edisi kedua setelah suksesnya pelaksanaan perdana pada 2024.

 

Memperingati HUT RI ke-80, LDA 2 digelar selama tiga hari, 11–13 Agustus 2025, di halaman belakang kantor Pemkab Sumenep. Atmosfer lomba penuh hiburan dan antusiasme peserta, namun sayangnya, suasana hangat itu kembali diwarnai ketegangan saat pengumuman pemenang.

 

Untuk LDA 2 tahun ini, posisi juara 1 diraih oleh RRI, juara 2 oleh DKPP, juara 3 oleh Dinas Pendidikan. Sementara harapan 1 jatuh kepada Kecamatan Kota Sumenep, harapan 2 dimenangkan BPBD, harapan 3 diraih Bagian Umum Pemkab Sumenep, dan gelar Juara Favorit disabet Dinas Kesehatan.

 


Namun, keputusan dewan juri memicu perbedaan pendapat di kalangan peserta dan penonton. Sebagian pihak menyampaikan kritik dan kecurigaan berlebih terhadap objektivitas penjurian, meski ada pula yang menilai sebaliknya. Salah satunya datang dari penyanyi dangdut senior, Fitri, yang turut hadir menyaksikan babak grand final.

“Saya justru puas dengan penilaian juri tahun ini, terasa lebih objektif dan tidak memihak dibanding tahun lalu. Semoga ke depan kualitasnya makin baik,” ujarnya di sela-sela acara.

 

Menanggapi dinamika tersebut, juri senior Budi Arief angkat bicara. Menurutnya, dalam kompetisi wajar jika ada pihak yang puas dan tidak puas terhadap hasil akhir.

 

“Kami sudah berupaya maksimal menilai berdasarkan kriteria yang ada. Faktanya, hampir semua finalis melakukan kesalahan—mulai dari lupa lirik, salah tempo, hingga ngeblank saat lagu wajib,” ungkap Budi saat berbincang santai dengan media.

 



Ia menegaskan bahwa penampilan panggung memang menjadi daya tarik, namun bukan penentu utama kemenangan. “Menurut saya, kinerja tim juri tahun ini jauh lebih profesional daripada sebelumnya. Tapi jika masih ada yang merasa kecewa, saya pribadi mohon maaf, dan saya siap mengundurkan diri dari grup panitia jika dianggap kurang berkenan,” ucapnya dengan nada kecewa.

 

Meski begitu, Budi yang dikenal sebagai mantan gitaris Novas Band tetap memberikan penghargaan tinggi bagi kerja keras panitia. “Apresiasi besar untuk semangat dan dedikasi panitia. LDA 2 ini luar biasa,” pungkasnya. (yud)

 

https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *